Pernahkah Anda atau orang tua Anda mengeluh lutut terasa sangat ngilu saat digunakan untuk naik tangga atau bangkit dari posisi duduk? Seiring bertambahnya usia, keluhan "encok" atau linu pada persendian memang sering kali dianggap sebagai hal yang lumrah. Namun, tahukah Anda bahwa nyeri yang terus-menerus di area lutut bisa jadi merupakan sinyal dari kerusakan sendi yang lebih serius?
Gejala Radang Sendi di Lutut (Osteoarthritis)
Dari sekian banyak jenis masalah persendian, pengapuran atau Osteoarthritis (OA) adalah "tamu tak diundang" yang paling sering menyerang lutut. Kondisi ini terjadi ketika tulang rawan jaringan licin yang berfungsi sebagai bantalan pelindung di ujung tulang perlahan-lahan menipis dan aus seiring berjalannya waktu. Akibatnya, tulang-tulang di dalam sendi lutut akan saling bergesekan secara langsung tanpa bantalan, memicu rasa sakit yang luar biasa.
Sayangnya, proses penipisan ini terjadi secara diam-diam. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mengenali gejala radang sendi (osteoarthritis) di lutut sedini mungkin, agar kerusakan dapat diperlambat dan kualitas hidup tetap terjaga. Mari kita kenali tanda-tandanya!
6 Ciri dan Gejala Radang Sendi (Osteoarthritis) di Lutut
Gejala OA pada lutut biasanya berkembang secara perlahan dan cenderung memburuk seiring berjalannya waktu. Berikut adalah beberapa keluhan fisik yang paling sering dirasakan oleh penderitanya:
1. Nyeri Terutama Saat dan Setelah Beraktivitas Ini adalah keluhan yang paling klasik. Nyeri lutut akibat osteoarthritis biasanya terasa seperti pegal yang dalam atau ngilu tajam. Rasa sakit ini umumnya akan semakin parah ketika lutut harus menahan beban tubuh, seperti saat berjalan jauh, naik-turun tangga, berjongkok, atau berdiri dari posisi duduk yang lama. Namun anehnya, nyeri ini biasanya akan mereda saat Anda beristirahat atau berbaring.
2. Kaku Sendi di Pagi Hari (Morning Stiffness) Penderita OA sering mengeluhkan lututnya terasa kaku dan sulit ditekuk saat baru bangun tidur di pagi hari atau setelah duduk berjam-jam. Ciri khas kaku sendi akibat osteoarthritis adalah durasinya yang terbilang singkat. Biasanya, rasa kaku ini akan berangsur hilang dalam waktu kurang dari 30 menit setelah Anda mulai bergerak dan beraktivitas kembali.
3. Terdengar Bunyi Gemeretak (Krepitus) Pernahkah lutut Anda berbunyi "krek" atau "gemeretak" saat ditekuk atau diluruskan? Bunyi ini disebut krepitus. Pada lutut yang sehat, permukaannya licin sehingga gerakan terasa mulus. Namun pada penderita OA, hilangnya tulang rawan membuat permukaan tulang menjadi kasar. Gesekan antar tulang yang kasar inilah yang menghasilkan bunyi gemeretak, sering kali disertai sensasi "seret" atau tergesek dari dalam sendi.
4. Pembengkakan Ringan Hingga Sedang Pergesekan tulang yang terus-menerus dapat memicu peradangan lokal pada jaringan di sekitar sendi lutut. Akibatnya, lutut memproduksi cairan sendi secara berlebihan sebagai respons alami untuk mengurangi gesekan. Hal ini membuat lutut tampak bengkak, terasa hangat saat diraba, dan terkadang terlihat sedikit memerah.
5. Keterbatasan Ruang Gerak (Sulit Ditekuk/Diluruskan) Seiring bertambah parahnya pengapuran, jaringan di sekitar lutut bisa menebal dan taji tulang (bone spurs atau osteofit) dapat tumbuh di tepi persendian. Pertumbuhan tulang baru yang tidak normal ini akan "mengganjal" pergerakan sendi, sehingga Anda mungkin kesulitan menekuk lutut secara penuh (misalnya saat ruku' atau sujud) atau meluruskannya secara sempurna.
6. Perubahan Bentuk Lutut (Deformitas) Ini adalah gejala pada tahap lanjut (osteoarthritis kronis parah). Karena tulang rawan aus secara tidak merata (biasanya bagian dalam lutut aus lebih dulu), lutut perlahan-lahan bisa berubah bentuk. Kaki penderita mungkin terlihat melengkung ke luar seperti huruf 'O' (bow-legged) atau justru menekuk ke dalam seperti huruf 'X' (knock-kneed).
Fakta Penting: Berbeda dengan Rheumatoid Arthritis (rematik autoimun) yang sering menyerang kedua sisi tubuh secara bersamaan, Osteoarthritis sangat mungkin hanya menyerang satu sisi lutut saja, tergantung lutut mana yang paling sering menahan beban atau memiliki riwayat cedera di masa lalu.
Kapan Harus Segera Memeriksakan Diri?
Meskipun gejala radang sendi (osteoarthritis) di lutut umumnya memburuk secara perlahan, jangan biarkan rasa sakit mengambil alih hari-hari Anda. Segeralah berkonsultasi ke dokter spesialis ortopedi atau reumatologi jika:
Nyeri lutut tidak kunjung hilang meski sudah beristirahat, membatasi aktivitas fisik, dan meminum obat pereda nyeri ringan.
Pembengkakan di area lutut bertambah besar secara tiba-tiba, terasa sangat panas, dan disertai demam (ini bisa menjadi tanda adanya infeksi pada sendi).
Lutut terasa "terkunci" atau tiba-tiba tidak kuat menopang badan (giving way) sehingga Anda sering nyaris terjatuh.
Kesimpulan
Osteoarthritis memang merupakan penyakit degeneratif yang tidak bisa disembuhkan secara total. Namun, mendeteksi gejala radang sendi (osteoarthritis) di lutut sejak dini adalah langkah krusial untuk mencegah kelumpuhan.
Harap diingat dan diperhatikan! Jangan melakukan diagnosis mandiri apalagi sembarangan mengonsumsi jamu-jamuan yang belum teruji klinis sebagai pengganti pengobatan. Penanganan OA yang tepat (mulai dari fisioterapi, penurunan berat badan, hingga tindakan medis dari dokter) dapat sangat membantu meredakan nyeri dan mengembalikan fungsi gerak Anda.
Jaga terus berat badan ideal Anda (agar lutut tidak bekerja terlalu keras menahan beban), rutinlah melakukan olahraga low-impact seperti berenang atau bersepeda, dan sayangi persendian Anda mulai dari sekarang!
Artikel Telah Disunting Oleh : dr. Widya Prasetyo
Sumber Referensi Medis & Jurnal: (Artikel ini disusun secara faktual merujuk pada literatur kesehatan dan pedoman klinis berikut)
American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS) (2025): "Osteoarthritis of the Knee" - Panduan klinis mengenai patofisiologi keausan tulang rawan, pertumbuhan bone spurs (osteofit), serta manajemen perawatan OA lutut.
Mayo Clinic (2026): "Osteoarthritis - Symptoms and causes" - Referensi medis mengenai gejala spesifik radang sendi degeneratif, termasuk durasi kaku sendi pagi hari (morning stiffness) dan tanda krepitus.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI): Direktorat Pelayanan Kesehatan - "Mengenal Pengapuran Sendi (Osteoarthritis)" - Informasi publik mengenai faktor risiko degeneratif, obesitas sebagai pemicu utama, serta saran pencegahan di Indonesia.
Arthritis Foundation: "Osteoarthritis Symptoms" - Literatur pendukung mengenai perbedaan klinis OA (kerusakan mekanis/mekanik) dengan penyakit radang sendi autoimun, serta munculnya deformitas kaki (bentuk 'O' atau 'X') pada stadium lanjut.